analisaid — Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar pelatihan kerja sepanjang 2025. Jumlah pesertanya tidak sedikit: 1.350 warga.

Targetnya jelas. Menekan angka pengangguran. Tapi juga membuka jalan agar warga bisa mandiri secara ekonomi.

Bukan Sekadar Latihan

Pelatihan ini tidak seragam. Di desain untuk berbagai kelompok usia. Latar belakang pendidikan juga beragam.

Materi di sesuaikan dengan kebutuhan industri. Juga mempertimbangkan potensi ekonomi lokal. Tujuannya: biar peserta nggak cuma lulus pelatihan, tapi juga siap kerja.

Itu di sampaikan langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur saat pembukaan program, awal Januari lalu.

Teknis dan Mental Di ajarkan Sekaligus

Pelatihan digelar lewat kerja sama lintas instansi. Ada perangkat daerah. Ada juga lembaga pelatihan lain yang diajak turun tangan.

Bukan cuma keterampilan teknis. Peserta juga di bekali dengan hal-hal yang sering luput: etos kerja, disiplin, dan dasar-dasar wirausaha.

Karena yang di cari bukan cuma pekerja. Tapi juga pelaku usaha baru yang bisa tumbuh mandiri.

Harapannya: Ekonomi Bergerak dari Bawah

Pemkot berharap pelatihan ini bisa punya efek jangka panjang. Tak cuma menyerap tenaga kerja, tapi juga mendorong lahirnya unit usaha rumahan atau mikro.

Kalau itu terjadi, roda ekonomi di tingkat kelurahan pun ikut bergerak.

Akan Di evaluasi dan Di sesuaikan

Program tidak akan berhenti di sini.

Pemerintah daerah menyatakan akan mengevaluasi hasil pelatihan. Termasuk menyesuaikan jenis pelatihan di tahun-tahun berikutnya, mengikuti perubahan pasar kerja.

Supaya tetap relevan. Dan tetap berdampak.