Sebuah rumah di Medan tampak biasa dari luar. Tapi siapa sangka, di dalamnya ternyata jadi tempat produksi cairan vape yang di duga mengandung etomidate—zat yang bukan buat konsumsi sembarangan.
Tim dari Bareskrim Polri turun langsung ke lokasi dan menemukan peralatan laboratorium lengkap, bahan-bahan kimia yang mencurigakan, dan bukti lain yang mengarah pada aktivitas produksi ilegal. Yang bikin heboh, operasi ini disebut-sebut tidak berdiri sendiri. Ada dugaan kuat kalau pengendali utamanya justru berada di Malaysia.
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, orang yang mengatur semua proses bukanlah yang ada di Medan. Mereka hanya menjalankan instruksi dari jarak jauh. “Koordinasinya lintas negara,” kata salah satu petugas yang ikut dalam penggerebekan.
Di tempat kejadian, tim menemukan cairan siap edar dan alat-alat pencampur. Dari semua barang itu, satu hal jadi sorotan: adanya kandungan etomidate. Zat ini seharusnya di pakai dalam dunia medis dan bukan buat di konsumsi lewat vape. Artinya, ini bukan sekadar pelanggaran ringan.
Kasus ini masih terus di kembangkan. Polisi mencoba menelusuri ke mana saja cairan itu sudah dikirim, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana distribusinya bisa rapi meski dikendalikan dari luar negeri. Dugaan sementara, jaringan ini sudah berjalan cukup lama.
Masyarakat di minta untuk lebih waspada. Produk vape yang beredar di pasaran tidak semuanya aman. Jika tak punya izin edar dan tak jelas kandungannya, risikonya bisa sangat serius.