analisaid.com – Di tengah padatnya Jakarta, satu tempat hijau di pusat kota mulai jadi pilihan warga: Lapangan Softball Gelora Bung Karno.

Bukan lagi sekadar fasilitas olahraga. Sekarang, lapangan ini juga jadi tempat rehat sepulang kerja. Bahkan lokasi piknik dadakan di akhir pekan.

Pantauan di lokasi, suasana mulai hidup menjelang sore. Beberapa orang datang sambil membawa minuman, beberapa hanya duduk diam. Ada juga yang berjalan pelan memutari area.

Rerumputan luas. Angin sore yang kadang kencang. Suasana terbuka di antara gedung-gedung tinggi. Semua itu jadi daya tarik.

Akhir pekan biasanya lebih ramai. Orang-orang datang bawa tikar. Anak-anak main bola plastik di pinggir lapangan. Yang lain duduk sambil makan bekal. Lokasinya memang bukan taman piknik resmi. Tapi warga Jakarta tak terlalu peduli—selama ada ruang terbuka, bisa di pakai.

Beberapa pengunjung bilang alasannya sederhana. Lapangan ini gampang di akses. Tak ada tiket masuk. Lokasinya pun strategis, tinggal jalan kaki dari halte atau stasiun terdekat.

Di kota sebesar Jakarta, itu jadi nilai tambah.

Pihak pengelola GBK mengingatkan soal aturan. Mereka memperbolehkan aktivitas santai, tapi tidak untuk merusak fasilitas. Sampah juga harus di bawa pulang atau di buang di tempatnya.

Fenomena ini—lapangan softball jadi ruang santai—menunjukkan satu hal: warga butuh ruang terbuka. Tempat buat tarik napas. Meski cuma sebentar. Meski hanya beralaskan rumput.

Jakarta mungkin kekurangan taman. Tapi warga tetap mencari cara. Termasuk menjadikan lapangan olahraga sebagai ruang jeda dari rutinitas kota.